PIK-R

Senin, 27 Januari 2025
PIK-R Sejahtera ITERA mengadakan Webinar Siap Nikah Goes To Campus bersama Direktur Bina Ketahanan Remaja dengan tema “Membangun fondasi bersama, menata masa depan, menyongsong perjalanan hidup penuh makna”.
Webinar hybrid ini dihadiri oleh 571 remaja genrengers di wilayah lampung, Bunda Apt. Diah Puspitasari,S.Si – Ketua Tim Kerja Ketahanan Remaja dan Percepatan Penurunan Stunting Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Ibu Dr. Sunarsih,S.S.,M.A – Pembina PIK R Sejahtera, dan narasumber spesial yaitu kakak GenRe Indonesia Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE.
Kak Edi Setiawan mengatakan, “Remaja harus memiliki persiapan yang matang untuk menjalani kehidupan berumah tangga”.
Mengapa remaja harus mempersiapkan kehidupan berumah tangga?
Berdasarkan data BPS tahun 2024, sumber daya manusia produktif Indonesia berada di angka 64%, dan ini adalah bekal menuju Indonesia Emas 2045. Remaja harus mempersiapkan kehidupan berumah tangga, sesuai dengan 10 dimensi kesiapan berkeluarga dimulai dari pendidikan, mengendalikan emosi dengan baik, hingga mempersiapkan finansial yang stabil. Kak Edi menjelaskan “Berdasarkan survey, kebanyakan pernikahan hanya bertahan selama 5 tahun, salah satu penyebabnya adalah perselisihan kecil, cekcok”. Sehingga, penting sekali bagi remaja untuk mengontrol emosi dengan baik, dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan bijak.
Platform Siap Nikah siap membimbing para catin untuk Siap berumah tangga
Kak Edi juga mempromosikan Platform Siap Nikah untuk remaja dan para catin agar siap menjalani kehidupan baru. Platform tersebut berisi lebih dari 1000 artikel terkait kesiapan menikah. Remaja dan para catin harus bisa memahami cara pola asuh anak yang benar, agar generasi berikutnya menjadi generasi yang berkualitas, dan terhindar dari fenomena fatherless yang memungkinkan terjadinya homoseksual karena seorang anak laki-laki yang tumbuh tanpa peran ayah di dalamnya.
Kemudian, Kak edi menjelaskan bahwa umur ideal untuk menikah bagi perempuan 21 tahun dan bagi pria 25 tahun yang dianjurkan oleh BKKBN adalah hasil dari pertimbangan beberapa faktor, yaitu fisik perempuan pada perempuan di bawah 21 tahun belum siap untuk hamil, sehingga meningkatkan risiko stunting pada anak, dan juga belum siap secara psikologi akan mempengaruhi pola asuh pada anak, sehingga menimbulkan masalah kesehatan pada ibu dan anak. Begitu pula dengan pria yang dibawah 25 tahun belum siap secara finansial untuk menanggung biaya kebutuhan hidup keluarga.
Peserta webinar baik secara luring maupun daring sangat antusias ketika berdiskusi dengan kak Edi mengenai kesiapan berkeluarga.
Kesimpulan
Remaja akan mengambil alih bangsa Indonesia, sehingga harus dipersiapkan bukan hanya untuk siap nikah saja, tetapi juga siap menjalani kehidupan setelah pernikahan, karena pernikahan bukan tujuan akhir tetapi awal perjalanan baru dalam kehidupan berumah tangga. Hal ini tidak hanya berdampak pada kehidupan remaja saja, tetapi juga membawa dampak positif untuk negara, karena dengan keluarga yang sehat akan menghasilkan generasi unggul Indonesia.
